Kamis, 29 Mei 2014

SLAWI , BOJONG DAN JAKARTA




















Selamat hari jumat siang , 
beberapa hari yang lalu saya ke rumah mbah pacar saya , selain untuk pertemuan keluarga, juga untuk berlibur.saya tinggal di slawi pada hari pertama selanjutnya pergi naik ke gunung menuju desa bojong.
banyak sekali hal-hal menyenangkan yang tidak saya dapat di kota Jakarta , dimulai mandi di pemandian air panas guci dengan pemandangan langsung ke gunung , biasanya sesudah mandi saat naik ke daratan akan terasa dingin , tetapi kali itu sama sekali tidak , pengaruh gunung slamet yang sedang aktif kata pakde. lalu mengunjungi sawah dan kebun mbah , memetik dan minum langsung kelapa hijau , wah pantas saja anak desa sehat-sehat , semuanya alami , mereka bertelanjang kaki  , memanjat pohon dengan lincahnya , dan tentu saja udara yang sejuk dan asri . huh, saya tidak mau pulang rasanya.

hal menarik lainnya adalah pemandangan dari sungai dengan jembatan bekas longsor , sehingga kami harus menuruni jembatan dengan kemiringan hampir 60 derajat , tetapi pemandangan di sekitar sungai sangat indah . sawah terhampar luas , arus sungai yang deras dan yang menyebalkan , saya tidak boleh berenang karena arus sedang naik.

saya juga mengunjungi kebun cengkeh milik pakde , disana ternyata banyak seklai ibu dan bapak paruh baya yang sedang memunguti daun cengkeh yang berjatuhan untuk dijual kembali, juga tak kalah takjub , anak kecil yang membopong potongan kayu besar yang beratnya sekitar 5kg-an , naik turun bukit dan tetap bisa tersenyum menyapa saya orang pendatang .salut sekali..

lauk pauk makanan sehari-hari didapat dari kebun belakang rumah , rata-rata setiap rumah memiliki tanaman sayur-mayur atau sekedar bawang merah dan cabai . sepertinya ini bisa diterapkan di Jakarta ya?

saya ingin sekali menetap disana , menikmati alam , menjadi petani beralaskan tanah dan bebatuan ,tetapi saya ini orang asli Jakarta , bagaimana caranya agar Jakarta bisa kembali sejuk seperti di desa-desa? dan saya pun mulai menanam  dan beruntungnya masih ada lahan tanah tersisa dibelakang rumah , dan beruntungnya lagi, ibu saya hobi menanam . jadi cita-cita untuk jakarta seperti desa bojong pasti bisa tercapai. ayo mulai menanam di rumahmu !





Tidak ada komentar:

Posting Komentar